BreederKoi

Gagal Memijah

Tidak jarang hobiispun berharap ikan peliharaannya bisa memijah dan beranak pinak. Bagi profesional mungkin tidak akan sulit untuk menghadapi berbagai permasalahan yang muncul sehubungan dengan pemijahan ikan ini, tapi bagi hobiis "biasa" hal tersebut bisa menjadi hal yang "memusingkan" atau bahkan mengecewakan, terutama bila ikan yang diharapkannya memijah ternyata tidak terjadi.
Berbagai hal bisa menjadi pemicu tidak terjadinya perkembangbiakan, mulai dari ikan yang tidak mau berjodoh hingga burayak yang mati. Beberapa kasus dibawah ini bisa dijadikan patokan untuk mencari penyebab ikan tidak berhasil berkembangbiak. Cobalah berusaha untuk menginventarisir perkiraan penyebabnya dan cobalah dicarikan pemecahannya.

Gagal Memijah
Gagal memijah pada ikan monomorfisme, yaitu ikan yang tidak bisa dibedakan jantan dan betinanya dari penampakan fisik, bisa disebabkan oleh karena ikan yang diperlihara ternyata hanya terdiri dari satu jenis kelamin. Jantan saja atau betina saja. Bila ini yang terjadi cobalah cari peluang untuk mendapatkan ikan dengan jenis kelamin berbeda, diantaranya dengan memperbanyak jumlah ikan yang diperlihara, atau dengan meyakinkan bahwa ikan tersebut pada saat dibeli bukan merupakan hasil pisahan satu jenis kelamin.

Gagal memijah bisa pula disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak mendukung, terutama suhu, kimiawi, dan kualitas air. Hal ini dapat menjadi pemicu kehilangan gairah pada pasangan ikan yang bersangkutan. Pastikan bahwa kondisi lingkungan pada ikan sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Pastikan pula bahwa ikan yang bersangkutan telah diberi makan dengan diet yang sesuai. Diet yang tidak sesuai dan atau lingkungan yang tidak cocok bisa menjadi penyebab gagalnya telur berkembang dalam ovarium.

Beberapa penyebab lain gagal memijah diantaranya adalah sifat agresif dari ikan lain sehingga menyebabkan ikan yang diharapkan memijah stress; umur ikan terlalu tua atau terlalu muda; ikan mandul oleh karena satu dan lain hal.

Selain itu kegagalan memijah dapat pula disebabkan karena si betina yang belum matang, dalam hal ini telur belum berkembang baik sehingga belum siap untuk dikeluarkan. Pada jenis-jenis ikan teritorial kegagalan memijah bisa terjadi karena tidak didapati tempat yang aman yang bisa dijadikan daerah kekuasaannya. Dekorasi yang tidak sesuai bisa juga menjadi pemicu kegagalan memijah, terutama bila tidak dijumpai media yang sesuai bagi tempat pemijahan dari dekorasi yang ada. Pencahayaan yang kurang dapat pula menjadi pemicu kegagalan pemijahan, biasanya menjadikan berkurangnya rangsangan terhadap pituitary gland yang menyebabkan gonad tidak berkembang dengan baik.

Telur gagal menetas
Telur gagal menetas bisa merupakan salah satu penyebab gagalnya ikan berkembangbiak. Gagal menetas bisa terjadi akibat salah satu pasangan atau keduanya mandul. Kualitas air yang tidak sesuai dapat pula berpengaruh pada daya hidup telur atau sperma ikan, hal ini dapat menyebabkan telur ikan berkualitas rendah sehingga gagal menetas.

Telur yang dikeluarkan tidak menjamin bahwa telur tersebut sudah dibuahi, oleh karena itu kehadiran telur bukan jaminan berhasilnya perkembangbiakan. Bila telur gagal menetas ada kemungkinan bahwa telur tesebut belum dibuahi, hal ini bisa terjadi bila ternyata ikan yang dipelihara hanya terdiri dari ikan betina.

Gagal menetas bisa pula terjadi akibat pembuahan yang tidak sempurna, seperti misalnya akibat ikan jantan yang terlalu muda sehingga tidak dapat menghasilkan kualias sperma yang baik untuk membuahi telur. Kejadian demikian kerap terjadi pada ikan peliharaan dimana si betina tidak mendapatkan peluang atau tidak mempunyai pilihan untuk mendapatkan pasangan yang lebih tua atau lebih kuat seperti halnya di alam.

Telur yang tidak dibuahi bisa pula terjadi akibat si jantan yang tidak tertarik pada si betina. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya masalah kesehatan pada si jantan, atau si jantan tidak mempunyai pesaing sehingga ikan tersebut menjadi tidak bergairah, selain itu umur pun bisa menjadi salah satu pemicuk ketidak tertarikan.

Pembuahan bisa pula tidak terjadi akibat si jantan terusir oleh jantan jenis lain yang berkerabat dekat. Oleh karena, pastikan bila hendak melakukan pemijahan tidak ada jenis ikan lain di tanki pemijahan.

Hibridisasi bisa juga menjadi penyebab gagalnya pembuahan. Seperti diketahui hibridisasi sering menghasilkan keturunan mandul, sehingga tidak bisa melakukan pembuahan atau pembuahan yang dilakukan tidak sempurna.

Penyakit, seperti tumor atau penumpukan lemak sebagai akibat diet tidak tepat, dapat mempunyai pengaruh buruh terhadap gonad, akibatnya ikan bisa mempunyai masalah dalam pemijahan. Bahan kimia yang digunakan sebagai obat bisa pula berpeluang menyebabkan ikan mandul. Malachite green misalnya diketahui dapat menyebabkan kemandulan. Penggunaan hormon tertentu juga diketahui dapat menyebabkan kemandulan.

Serangan jamur pada telur merupakan salah satu penyebab serius telur gagal menetas. Meskipun demikian perlu diketahui bahwa kasus sebaliknya lebih sering terjadi. Artinya telur di serang jamur akibat telur tersebut tidak dibuahi atau gagal menetas sehingga membusuk dan mengundang jamur hadir. Kehadiran jamur tersebut pada akhirnya akan menyerang telur lain yang sehat bila kehadirannya tidak segera di antisipasi.

Induk Ikan Memakan Telur atau Burayak.
Berbagai faktor dapat menyebabkan fenomena induk ikan memakan kembali telur atau bahkan buranyaknya. Ikan-ikan yang bukan tipe pengasuh cenderung untuk memangsa burayaknya. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi sebelumnya. Kenali perilaku ikan yang akan dibiakkan sehingga dapat dilakukan antisipasi yang tepat.

Pada ikan tipe pengasuh, perilaku memakan kembali telur biasa dilakukan bila telur yang bersangkutan tidak dibuahi atau mati. Perilaku demikian sangat alamiah dalam rangka memanfaatkan ulang protein bagi ikan yang bersangkutan untuk segera melakukan pemijahan kembali secepat mungkin.

Stres bisa menjadi pemicu induk memakan telur atau burayak. Rasa tidak aman yang diekspresikan dalam stress membuat ikan memutuskan untuk memusnahkan turunannya karena dikhawatirkan turunannya tersebut tidak akan bertahan hidup nantinya. Induk tersebut normalnya akan kembali memijah bila rasa aman telah muncul kembali.

Pada spesies tertentu induk ikan memakan kembali burayaknya setelah beberapa lama, kemudian memijah kembali. Hal ini terjadi pada spesies yang di alam, karena area jelajahnya luas, burayaknya segera meninggalkan induk. Fenomena demikian tidak bisa diduplikasi pada sistem tertutup atau akuarium, sehingga peluang si induk bertemu kembali dengan burayaknya dan memangsanya sangat tinggi.

Perubahan perilaku. Perubahan perilaku yang menyebabkan indukan memangsa burayaknya dapat terjadi pada beberapa spesies ikan, terutama mereka yang sudah sekian lama dibiakkan secara buatan. Fenomena ini belum sepenuhnya dimengerti, mengapa mereka bisa berubah perilaku demikian. Keluarga cichlid yang sering dibiakkan secara buatan, menunjukkan perubahan perilaku demikian cukup tinggi

Telur atau burayak dimangsa ikan lain.
Kasus ini boleh dikatakan umum terjadi. Oleh karena itu dalam pembiakan dihindari sedapat mungkin kehadiran jenis ikan lain. Ikan pemangsa yang aktif dimalam hari sering memangsa burayak ikan-ikan pengasuh yang aktif siang hari. Hal ini sering mengecohkan pemilik ikan, karena bila diamati di siang hari ikan ikan pemangsa itu tampaknya damai-damai saja. Diluar pengamatannya pemangsa tersebut baru beraksi di malam hari.
 
Burayak Mati
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab burayak mati. Burayak bisa mati sebelum sampai pada masa berenang bebas, atau mati setelah bisa berenang bebas. Faktor utama penyebab kematian tersebut pada umumnya adalah kondisi lingkungan yang buruk, seperti kualitas air yang memburuk atau perubahan sifat fisik/kimiawi air yang mendadak. Kematian pada fase ini juga bisa diakibatkan karena ada masalah dengan sifat genetik ikan. Inbreeding misalnya bisa menghasilkan keturunan yang "tidak" sempurna sehingga mereka mati pada saat masih burayak.

Kematian yang terjadi pada saat buarayak telah bisa berenang dapat disebabkan karena kelaparan. Seperti diketahui pada fase berenang bebas, burayak ikan sudah memerlukan pakan tambahan. Bila suplai pakan tidak diberikan, atau pakan yang diberikan tidak sesuai akan menyebabkan mereka mati kelaparan

Bentuk Fisik
Beberapa jenis ikan tipe melahirkan (live bearer) mempunyai gonopodium berukuran panjang seperti misalnya pada leng finned swordtail. Ikan jenis seperti demikian sering mengalami kesulitan pada waktu melakukan kopulasi. Bila ini terjadi pemijahan secara alamiah ikan tersebut akan mengalami kesulitan. Pemijahan ikan seperti ini sering dilakukan secara buatan.

Kasus-kasus seperti diatas merupakan beberapa kemungkingan yang dapat terjadi pada pembiakan yang gagal. Beberapa kemungkinan lain mungkin saja bisa terjadi. Cobalah kenali perilaku ikan yang akan dibiakan secara lebih baik, agar pemijahan bisa dilakukan secara optimal.